Tuesday, 4 October 2016

Wind Of Changes

This is sum up of my "too much of every thing in a day":

1. Akhirnya berita yg ditunggu-tunggu pecah juga, pengumuman siapa ikut yang mana diumumin kemarin 3 Oktober. Gue ikut yaanggg....beli aja. Banyak karyawan yang akhirnya di ambil oleh pemilik baru, hal itu bikin hati gue sedikit hepi. Well come what may aja lah yah, Alhamdulillah untuk semuanya secara hari gini orang-orang butuh kerja.

2. Salah satu "bapak" dikantor akhirnya pensiun. Kami biasa memanggil beliau dengan sebutan babe(h). Beliau adalah salah satu orang yg mensukseskan program kerjaan gue di awal-awal kerja, dan sebagai manajer beliau adalah orang yg suportif. Aside from that he is quite gokil too, beliau termasuk yg update gossip mulai dari gossip politik, artis sampe berita Koran lampu merah dia update.  Setiap pagi ketemu di pantry kantor dengan pertanyaan yg sama "Tisha udah sekolah apa mil?" kadang karna udah bosen gue jawab " udah mau masuk kuliah beh" dan dia ketawa. Babeh sebenernya keturunan tionghoa tapi ga keliatan sama sekali, dan dia salah satu yg nasionalis.
I do will miss him a lot. Sehat-sehat ya beh, semoga segala kebaikan yg babeh buat mendapat balasan yg lebih banyak dari Tuhan.

3. Pindahan kantor bakalan dimulai dari akhir October ini, will have a lot of farewell of course



Sunday, 18 October 2015

My Letter for the 20 year me

You, yes you.

Get your head on. College life is not that bad. It just you missy who couldn't get yourself together. It is you who living in your own world. Dont you always say "oh i wish this oh i wish that" stop it and start your action.

Learn to take courage,take driving lesson.

Say hi to him. Afterall this time he actually realise that you are the one.

Get your self a proper dress,being fashioned doesn't mean you are brainless. We are living in 20th century for god sake!

Oh that guy who made you cry is whorthless. What kind of sotoy guy who in the future out of the blue preaching you about marriage and having a family while you were expecting a baby?? Yupp that sotoy guy! He is not thst cute anymore,after a long walka you've realize that his face not better than abang becak.

Do yoga and pilates.

Take anger management class.

Clumsyness takes you nowhere so get the clumsy off your shoulder.

You are pretty as you are.

Sarcasm is your middle name. Take it and use it wisely.

Your tounge, oh what can I say. You are bad at entertaining people with a good word.

Whats on tv stays on tv. Your drama wont bring any profit, stop it!

Those folks who always look sweet at you is fake as your mama fake bag. Dont judge them. Just smile and let go.

Quality over price. When your husband insist to buy 3 doors from questioned vendor, do reject them. You are welcome.

You love radiohead,coldplay,josh groban,collabro,sheila on 7,mclemore&ryan lewis and p-project.

Start being a vegan.

Overall please wake up, and live your life happily, fierceless, and be kind.

Sincerely,
Yours truly

Saturday, 17 October 2015

Demiiiii...to

Jujur gue termasuk tim skin care instead of make up. My quest for the best skin care and method will never end. Kenapa begitu? Karena kulit gue ga sempurna. My war againts acne, prone skin, un even tone happened since my puberty. Nope, I never win the battles.

Masa sih? Yes baby, if you see my sister's skin you'll understand deh.

And that's how my journey begin.  In every journey, there is up and down sometimes a twist. I show you my twist on exibit A, Shiseido Naturgo black mask.

Sebagai wanita berpori besar, problem komedo itu nomer satu. Udah berbagai cara gue pake, facial di salon (check), di uap air panas trus di cabutin pake alat (check) terakhir pake semacam scrub utk ngelunakin kulit dan bisa ngeluarin komedo (check). Dua metode diawal yg gue sebutin cukup nyakitin, eventhough I know beranak lebih sakit yaaa. Dan cara terakhir ga cukup efektif, ga semua komedo bisa keangkat. Hmm sebenernya gue kurang telaten aja siik.

Sampai satu hari temen kantor ngebisikin satu produk yang gue agak familiar merknya yaitu, Shiseido. Merk dr negri sakura ini emang terkenal dengan produk kecantikannya, dan yang gue ga tau adalah ko dia punya produk masker black mask?  Dan kata-kata ajaibnya adalah si masker ini bisa ngebersihin komedo sekejap. Wooowww mejiikkk!! Mana harganya murce, sebungkus kecil suma 10ribu rupiah. Makinnn woowwww!!

But wait, sepertinya gue pernah denger soal masker satu ini, dan ko harganya murah amat? Shiseido gitu looh, brand premium masa jualan masker nya cuma segitu. Guglang gugling eh makin curiga ama masker ini. Masa di olshop ada yg jualannya kaya grosiran? Sempet nanya ke temen yg ngasih, dan dia keukeuh ini barang asli dan cuma ga bayar pajak ajah (?)

Dan jawabannya ga lama kemudian dateng juga, di salah satu blog beauty blogger di sebutkan dengan jelas bahwa Shiseido udah ga memproduksi masker ini sehak 1992. Whaatttt??? Dan di web resmi Shiseido juga ga ada produk ini. Dan yakinlah kalo produk ini adalah produk palsuan.

Walopun udah tau palsu, tapikan gue ogah rugi orangnya. Jadilah itu masker gue pake, dan hasilnya gue kuciwa. Komedo gue masi ada cyinnn...setelah pake masker ini gue tetep harus pake scrub lagi biar komedonya ilang.  Dan tekstur nya, oke lah ga ada bau tapi teksturnya waktu cair kentel banget. Lebih mirip plastik cair, dan setelah mengering (setelah dipake tentunya) teksturnya lebih mirip plastik kresek daripada gel kering. Setelah di pake kulit gue malah terasa agak panas, dan sekarang gue kompres pake air hangat ini kulit.

Masker nya udah gue buang, dan lesson learned banget buat gue. Semoga aja kulit gue ga break out yaaahh...
Gue sempet fotoin itu masker tapi blm bs di upload disini, di update lagi nanti yaaa

Sunday, 12 April 2015

Life Lesso #101. Jujur

Satu pesan bokap yang gue inget bgt ampe hari ini adalah utk selalu berlaku jujur dan selalu membalas kebaikan org lain dengan kebaikan jg. Kata bokap org yg jujur insya allah jalannya lapang. Pesen bokap ini jd pegangan gue,walopun ga gitu2 bgt . Buktinya gue masi nyontek waktu ujian dulu huehehehe 

Waktu jaman masi kuliah dl gue ga ngerasa gimana banget soal jujur ini, ga perlu bgt menurut gue mah. Kalo soal membalas kebaikan nah ini berasa sulit, soalnya sedari masa muda gue udh ngalaman inferiority complex alias minderan. Akibatnya adalah terkadang gue berbuat jahat sama orang lain. Contohnya ama sodara gue yg dulu menurut gue suka nyelak, gue pernah keceplosan bilang "ga usah sok baik or sok ngerasa lo jd bagian dr idup gue deh. Kemana aja lo waktu gue ga pny kerjaan?" 

Baru setelah melanglang ke beberapa tempat dan kemudian menikah dan punya anak gue mulai sedikit berubah. Menerapkan hidup jujur ke anak gue karna gue ga mau doi boong ama gue atopun sama lingkungannya, dan gue merasa banyak pertolongan yg gue terima yg membuat gue harus meneruskan/membalas kebaikan itu. 

Bukan soal gimana gue mencoba nerapin prinsip itu yg mau dibahas, tp soal yg lain. Ada dua kejadian yg membuat gue inget pesen bokap. Dan gue cerita tanpa maksud mau ngumbar aib org ape gmn, pokoknya tarik hikmah nya sebelum narik tali kolor.

Oke barusan itu sungguh najong, abaikan.

Sebut saja si X, karirnya menurut gue sukses. Sampai dia bs membangun rumah utk keluarganya, menikah dan bentar lg mau punya anak. Satu hari si X pinjem uang pada temennya yaitu Y dengan alesan usngnya lg di pinjem si Z dan sekarang dia ga punya uang. Dan si X,Y,Z ini sudah berteman puluhan tahun. Si Y hampir saja mau meluluskan permintaan si X tapi di sisi lain dia ga mau jg kalo uangnya si X ga balik. 

Jadi satu hari si Y memanggil si Z dengan maksud agar si Z mau ngembaliin uang yg dia pinjam. Dan drama pun dimulai. Dari pengakuan si Z didapat info kalo doi ga punya utang sama sekali pada X, dan dia ga ngerti kenapa X ngomong gitu. Karena mendapatkan pengakuan yg berbeda, Y memanggil X juga. Dan dari pertemuan itulah baru diketahui bahwa selama ini X berbohong sama Y. 

Drama belum berakhir, beberapa waktu kemudian terbukalah sebagian cerita bahwa ternyata si X ngomongin Y, Z behind their back. Dan puncaknya adalah Y kedatangan debt collector yg menagih utang si X.  Y yang merasa kemanannya terganggu menemui kembali di X utk menyelesaikan masalah ini. Tetapi X malah seperti linglung dan seperti tidak mau menyelesaikan masalahnya. 

Sampai saat ini masalah antara X dan Y belum selesai, gue sih berharap Y ga di datengin para debt collector lagi dan si X mendapatkan ganjarannya.

Moral of the story 

1. Jujurlah pada diri sendiri. Alter ego cukup di ig, path, twitter or facebook. Kalau memang ga mampu ga usah maksain ato memampukan diri. Lo akan ngumpet sana sini, nutup sana sini sampe akhirnya orang lain benar-benar ga bisa ngeliat apa yg lo bilang itu beneran ato bukan. Dan lo akan di cap sebagai orang sakit jiwa
2. Never bite the hands who feed you. Temen-temen yg lo curhatin, lo jadiin tempat sampah adalah teman yg baik. Jangan pernah sekalipun lo ngomongin mereka dibelakang, atau merugikan mereka. Kelar idup lo!
3. You will always carry that hole in your heart where you keep all those lies and shit. Remember, past life always chase you like a ghost. So hang in there!

Penutup, kenapa gue ceritain ini?karena korban-korban si X adalah teman-teman deket gue sendiri. Orang-orang yg selalu ada buat gue, dan gue ga rela hidup mereka jd susah cuma karna ada satu kutu yg nyusahin. Gue bakal bertindak lebih lanjut kalo si X sama sekali ga ada itikad baik utk memenuhi kewajibannya.

Thursday, 9 April 2015

The Evil Question #1

Gue mah yakin pertanyaan macem ini bakal berkelanjutan, evil question ini ga hanya soal lahiran SC apa normal, ASI ato formula, montessori ato konvensional (emak-emak bgt pertanyaannya) tapi macem-macem pertanyaan bodoh yang bisa memancing setan buat keluar *sembur pala pake aer zam-zam*
 
Beklah dimulai dengan exibit A:
 
Disebuah kantor yang tenang, seorang karyawan teladan dan berhati mulia sedang sibuk pura-pura bekerja. Kemudian terdengarlah suara telponnya berdering, dengan penuh dedikasi sang karyawan menjawab telpon tersebut *pencitraan biar ga di kira magabut*
 
Karyawan Teladan kita sebut saja KT, dan sang penelpon bernama Bunga. Kira kira begini pembicaraannya
 
Bunga : Haloo KT, lg sibuk ya?
KT      :  Biasa aja mba (dalam hati: MENURUT NGANA???), kenapa mba Bunga?
Bunga : Aku mau nanya dong kamu tau ga dikantor ini yang punya nama KT juga siapa lg?
KT      : heh? wah ga tau mba cek aja di address book kantor
Bunga : Wah udah, tp ga ada cuma kamu sama KT yg di lantai 11. Kirain ada yg pake nama tengah ato nama depannya KT jg yg kamu tau
KT      : ((MENURUT NGANA???))
 
yah contohnya kaya begitu... 

Friday, 30 January 2015

Sapu Bersih

Salah satu hal yg gue takutin dalam hidup (selain beberapa hal lainnya yg kalo dijabarin bisa bikin malu) adalah di waxing. Iyah gue takut di wax. Ngebayangin aja udh ngilu kaki ini. Demi menghindari di wax, setiap kali dalam misi menghilangkan rambut di badan gue selalu mengandalkan alat cukur alias di shave. Shaver gue mulai dari Gillete gopekan ampe yg shaver khusus utk prempewi. Hasilnya pada awalnya bersih sih, tapi tumbuh laginya jg cepet banget dan hasil tumbuhnya jg kasar.
 
Dari awalnya ga punya masalah sampai akhirnya gue bermasalah ama tampilan hasil shaving suster rumah sakit waktu gue lahiran. Cuy itu vajayjay gue udah macem anak punk abis ditangkep polisi. Pitak ga jelas kiri kanan, trus ga rata gt. Geleuh abiss...Sejak itu gue ga pernah sama sekali shaving.
 
Sampai seminggu lalu gue memutuskan buat shaving, tp ga rata jg kan yah jadi drop lagi bete lagi. Akhirnya gue nyerah jg dan mulai cari-cari soal info waxing tapi tetep nyarinya wax yang ga sakit. Dan terdamparlah gue pada website Pink Parlour. Selanjutnya si pink parlour gue sebut dengan PP
 
Dari hasil review dr beauty blogger disebutkan kalo waxing disini engga sakit sama sekali. Tapi menurut websitenya wax disini di desain utk meminimalisir rasa sakit. Wax nya sendiri menggunakan hard wax. Awalnya gue ga bisa bayangin hard wax itu apa, bedanya ama wax yg biasa (yg pake cairan panas+kain kasa) itu apa. So just googling it yaa (maless)
 
Kemaren sore gue nyobain under arm dan brazilian wax. Sok-sokan gaya-gayaan emang, mau langsung dua-duanya. Temen-temen gue pada heran dan rada sangsi gue bakal kuat sakitnya. Secara resistensi gue terhadap rasa sakit cukup rendah. Tapi dengan bondo nekat, gue datengin salah satu cabang PP di daerah Kemang.
 
Tempatnya girly centil gitu, dengan desain interior warna pink item dan berlogo kucing pink. Ambience nya bersih, dan ga remang-remang sumpek macem tempat pijit gitu. Jadi lo ga akan nemuin bau-bauan aneh di ruangan praktek maupun resepsionisnya. Saat mau mulai eksekusi wax nya, si mbak-mbaknya akan minta kita untuk bersih-bersih dulu di toilet yg disediakan. Disini disediakan 2 jenis sabun, sabun mandi dan sabun pembersih area kewanitaan. Dan mereka menggunakan merk yg cukup ternama, jadi ga diragukan lg kualitasnya.
 
Under arm: Utk bagian ini ga sakit sama sekali, bahkan utk first timer kaya gue ini bener-bener ga sakit.
 
Brazilian wax: Prosesnya makan waktu kurang lebih 20 menitan, therapist nya cekatan banget. Oles sana cabut sini, jadi ga bertele-tele. Oyah sakitnya ga kaya sakitnya bulu kaki dicabut pake lakban. Less less less pain. Skala sakitnya kalo dr 1-10 ada di skala 3.
 
Dan yg paling gue suka, therapis nya ngajak kita ngobrol biar relax. Dan applicatornya mereka pake wooden stick, yang satu kali oles langsung di buang. Jadi lebih higinis, oh satu lagi bahkan tools macem kapas, gunting-gunting mereka masukin ke sterilizer pack.
 
Overall gue puas sama servis dan hasilnya, dan berencana buat balik lagi. Hasil wax nya juga hanya memerah sebentar dan ga sampe gatel.
 
 
 

Tuesday, 20 January 2015

#stuckonmyhead

Menyambut awal tahun di kantor dengan jargon yg cukup bikin elus dada dan berucap bismillah..

Dan entah kenapa dari semalem pengen denger lagu ini banget, lagu lama yg dulu keluarnya jaman gue masi putih merah. Penyanyinya aja entah kemana, tapi style baju daster and motif jumputan rainbow nya tetep hits ampe sekarang. Sekilas salah satu personelnya mirip Mike Mohede ya bok *emang ini minus udh akut si*